• last month
PT Bukit Makmur Mandiri Utama atau BUMA, anak usaha PT Buma Internasional Grup Tbk atau emiten berkode saham DOID telah mencatatkan Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 di Bursa Efek Indonesia. Nilai penerbitan perdana Sukuk Ijarah I Buma 2025 mencapai Rp2 triliun, sehingga menjadi sukuk ijarah korporasi terbesar dengan peringkat syariah A+ dalam penerbitan tunggal di Indonesia.

Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 mendapat apresiasi positif dari investor pasar modal, yang tercemin dari adanya kelebihan permintaan atau oversubscribed sebesar 1,1 kali, sekaligus menarik parsipasi baik dari investor baru maupun pemegang Obligasi Rupiah BUMA sebelumnya.

Category

📺
TV
Transcript
00:00Bukit Makmur Mandiri Utama atau BUMA, anak perusahaan dari PT BUMA Internasional Grup TBK resmi mencatatkan Sukok Ijaro I BUMA tahun 2025 di Bursa Efek Indonesia dan nilai pencatatan Sukok Ijaro I BUMA tahun 2025 tersebut mencapai 2 triliun rupiah.
00:30PT Bukit Makmur Mandiri Utama atau BUMA, anak perusahaan dari PT BUMA International Group TBK resmi mencatatkan Sukok Ijaro I BUMA tahun 2025 di Bursa Efek Indonesia dan nilai pencatatan Sukok Ijaro I BUMA tahun 2025 tersebut mencapai 2 triliun rupiah.
00:54Sehingga menjadi Sukok Ijarah Korporasi terbesar dengan peningkatan syariah A+, dalam penderbitan tunggal di Indonesia.
01:02Sukok Ijarah I BUMA tahun 2025 mendapat apresiasi positif dari investor pasar modal yang tercermin dari adanya kelebihan permintaan atau over subscribe sebesar 1,1 kali sekaligus menarik partisipasi baik dari investor baru maupun pemegang obligasi rupiah BUMA sebelumnya.
01:23Adapun Sukok Ijarah I BUMA 2025 ini diterbitkan dalam 3 seri, yaitu seri A dengan nominal 542,85 miliar rupiah, imbalan ijarah 7,5 persen dan jatuh tempo selama 370 hari.
01:38Kemudian seri B 364,95 miliar rupiah dengan imbalan ijarah 8,5 persen dan jatuh tempo selama 3 tahun.
01:47Dan yang terakhir seri C dengan nominal mencapai 1,09 triliun rupiah, imbalan ijarahnya 9,25 persen dan jatuh tempo selama 5 tahun.
01:57Sementara itu dana segar yang diperoleh dari sukuk ini akan dialokasikan secara merata untuk memperkuat operasional BUMA di Indonesia dimana 50 persen untuk belanja modal sedangkan 50 persen sisanya untuk mendukung modal kerja perseruan.
02:11Jakarta Tim Liputan IDX Channel
02:42Selamat pagi, salam sehat dan kami ucapkan selamat karena sudah mencatatkan ini sukuk ijarah satu BUMA tahun 2025.
02:50Mungkin Pak Iwan juga bisa menjelaskan kepada pemirsa latar belakang Pak dari perseruan akhirnya menerbitkan sukuk ijarah satu BUMA ini.
02:59Terima kasih Pak, gue terima kasih karena ada kesempatan ini.
03:02Jadi memang secara perusahaan kami selalu fokus diversifikasi, jadi selain diversifikasi line of business kita juga selama 3 tahun terakhir itu diversifikasi sumber keuangan.
03:15Tadinya itu kita hanya obligasi dolar, dari tahun lalu kita obligasi dolar plus obligasi rupiah.
03:24Sekarang kita coba rupiah tapi suku, jadi karena kita yakin bahwa untuk perusahaan tetap lebih kuat kita harus banyak opsi sumber keuangan,
03:34karena itu makanya kemarin kita decide sebagai grup suku belum pernah kita coba dan kita lihat prospeknya sangat cerah,
03:41makanya kita memberanikan diri dan Alhamdulillah rasanya sudah menjadi salah satu alternatif investasi keuangan buat para investor yang fokus kepada yang Islamic Compliant.
03:52Oke, ini menarik alternatif pendanaan bagi perseroan juga begitu ya.
03:55Nah responnya dari investor pasar modal sendiri seperti apa nih?
04:01Jadi kami sangat surprise tapi pleasantly surprise, karena memang walaupun kita sudah dapat indikasi bahwa ada mismatch gitu antara supply sama demand,
04:14ternyata waktu kita decide kita hanya suku, jadi ini single issuance suku bukan PUB dan dengan nilai 2 triliun rupanya ini terbesar korporasi single syariah A plus dalam 9 tahun terakhir.
04:32Dan ternyata even dengan jumlah seperti itu kita sedikit oversubscribe, tapi bagi kami message-nya adalah oh ternyata memang benar bahwa suku ini masih growing,
04:44dan kami sangat terima kasih bisa diberi kesempatan oleh investor untuk sama-sama berkembang bersama tidak hanya dengan mitra keuangan yang lain,
04:55tapi juga spesifik yang investor suku.
04:59Lantas review-nya seperti apa kalau kita bicara mengenai instrument investasi berbasis sukuk ya, seperti Satin apalagi sukuk Ijar,
05:06menurut Anda memang trendnya juga sedang lagi baik begitu kemudian tadi sesuai dengan respon dari pelaku pasar sendiri ya?
05:13Betul, jadi bagi kami indikatornya kita menawarkan dia 3 tenor, 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun.
05:23Dan alhamdulillah yang mayoritas justru di yang 5 tahun, yang tenor yang paling panjang.
05:30Kenapa kami senang? Karena ini match dengan kemampuan aset kami, ya kan kita investasikan sumber pendanaan suku ini untuk alat berat.
05:42Jadi kalau kami kan di kontor-kontor jasa pertambangan, memang tentu setiap tahun akan perlukan investasi,
05:50Albert itu perlu waktu untuk dia memproduksi dan menghasilkan pendapatan yang bisa kami alokasikan,
05:57selain untuk keperluan rutin, juga untuk membayar kewajiban misalnya dari imbal hasil dari suku ini gitu.
06:05Jadi yang 1 tahun tentu cukup banyak dan itu to be expected karena kan short term ya,
06:13tapi kami sangat happy bahwa 1 tahun itu sekitar 30%, 3 tahun sekitar 20%, sisanya 50% justru di yang tenor paling panjang.
06:22Itu dia, berarti di seri C ya, dengan nilai nominal 1,09 triliun begitu, yang imbalan dijarahnya 9,25%, tadi jatuh temponya untuk jangka waktu 5 tahun.
06:33Nah mungkin bisa dijelaskan terkait dengan profilnya sendiri nih dari suku Ijaro 1 Buma tahun 2025 ini.
06:39Ya mungkin saya coba nanti jawab, nanti Bu Silvani silahkan. Jadi seperti kita sudah sampaikan, kita 50%-50%,
06:47jadi untuk pembelian alat berat atau modal kerja itu 50%, sisanya 50% itu untuk working capital.
06:56Ini kita fokuskan memang di kontrak pertambangan yang kita baru peroleh.
07:02Jadi karena di Ijaro kan ya, jadi harus ada underlyingnya dan kami sangat senang bahwa dengan informasi yang kita sampaikan di prospektus,
07:10ini memberikan rupanya satu keyakinan untuk calon investor. Mungkin Bu Silvani silahkan.
07:15Dari suku itu sendiri, jadi suku itu kami mendapatkan 2 triliun, itu ada seri A, seri B, dan seri C.
07:22Jadi seperti tadi Bapak Iwan bilang, seri C itu ternyata kita sangat surprise, kita ternyata 50% lebih itu ada di seri C.
07:28Jadi tendernya 5 tahun, sementara seri A dan seri B itu tender 1 tahun dan 3 tahun.
07:33Jadi kami memang berharap dengan suku ini, kami mendapatkan kepercayaan, kami sangat senang kami dapat kepercayaan dari masyarakat,
07:40dan juga kami akan bisa mempergunakan ini seperti tadi dibilang untuk modal usaha dan juga modal kerja,
07:45untuk kami bisa terus bertumbuh dan juga mendapatkan eksplorasi di bidang yang baru.
07:49Oke, berarti memang mungkin bisa disampaikan ada 3 seri ya, seri A, seri B, kemudian seri C.
07:55Apa yang bisa kita sampaikan juga terkait dengan seri-seri ini?
07:59Oh iya, jadi dari seri A itu kita mendapatkan imbal hasil itu kita memberikan 7,5%, seri B 8,5%, dan seri C 9,25%.
08:08Imbal hasil itu akan kami bayarkan secara teribulan dimulai dengan tanggal 26 Juni.
08:13Nah, bicara mengenai keumpulan kompetitif lah, kalau yang ditawarkan dari suku Kejaroh Satubuma ini.
08:18Mungkin Pak Iwan juga bisa menjelaskan apa nih Pak yang bisa disampaikan, keumpulan kompetitif?
08:23Tentu yang pertama ini adalah calon investor yang sumbernya belum pernah kita dekati sebelumnya,
08:32karena tentunya harus yang syariah based.
08:36Jadi itu merupakan channel yang kita selama ini sudah sedikit tap lewat pelbagai syariah.
08:45Jadi selain sumber dari bank konvensional, Alhamdulillah beberapa tahun yang lalu kami juga sudah mendapat pendanaan dari bank-bank syariah dan juga sindikasi.
08:55Tapi yang fixed income memang baru sekali ini.
08:58Jadi bagi kami juga memberikan kebanggaan, kepercayaan bahwa ternyata basis investor kami itu tidak hanya satu tipe saja.
09:09Jadi tidak hanya bank konvensional, tapi juga bank syariah.
09:12Dan Alhamdulillah ternyata yang dana pensiun, yang berkaitan dengan Islam, tapi dia cari fixed income gitu.
09:22Jadi bagi kami ternyata banyak sekali investor dari berbagai macam tipe yang melihat kinerja kami,
09:31historic performance, melihat rencana kami ke depan dan Alhamdulillah calon investor ini percaya dan mamu mempercayakan dana investasi mereka ke kita.
09:45Jadi kami sangat bangga dan sangat senang bahwa kita diberi kepercayaan, tidak hanya satu sumber investor, tapi sangat variatif.
09:54Itu dia, berarti memang menjadi salah satu alternatif investasi, tapi juga akhirnya justru makin banyak investor-investor baru yang masuk.
10:06Kita akan bahas lebih jauh, terkait dengan peringkat issuernya sendiri, nanti di second berikutnya.
10:11Dan Pemirsa, pastikan Anda masih bersama kami.
10:15Terima kasih Anda masih bergabung bersama kami dalam Market Review.
10:26Pemirsa, kita lanjutkan kembali perbincangan bersama dengan Ibu Sivani Bahar, Direktur PT Bukit Makmur Mandiri Utama.
10:32Kemudian juga ada Bapak Iwan Fuad Salim, dia adalah Direktur PT Buma International Group TBK.
10:38Kalau kita bicara mengenai pemeringkatan issuernya sendiri, mungkin Pak Iwan bisa menjelaskan.
10:43Sehingga ini menjadi salah satu hal yang mungkin juga dicermati bagi para investor pada saat mereka menanamkan dana mereka di Sukuk Ijaro 1 Buma.
10:51Terima kasih, kita alhamdulillah minta tolong kepada dua rating agensi, dan alhamdulillah hasilnya sama persis.
11:02Satu dari yang prominent yang lokal, jadi Povindo, yang satu lagi dari yang prominent yang internasional, yaitu Fitch.
11:09Alhamdulillah dengan melihat data yang sama, kita doa-doa dapat single A plus untuk Syariah.
11:16Dan memang ini tentunya salah satu requirement dari calon investor sebelum mereka akan decide untuk menanamkan portfolio-nya atau tidak.
11:27Itu dia menjadi salah satu modal kuat yang bikin percaya diri juga, Pak Iwan, pada saat kita menerbitkan Sukuk Ijaro 1.
11:33Bicara mengenai penggunaan dana, mungkin bisa dijelaskan lebih jauh lagi.
11:37Tadi 50-50 nih, mungkin bisa dijelaskan. Sepertinya untuk apa saja, modal kerjanya, ekspansi bisnis, atau bagaimana?
11:47Jadi tadi kita 50-50, yang pertama itu 50% untuk modal kerja.
11:51Kita ini kan mining contractor di Indonesia, jadi sebagai mining contractor itu, kami akan menggunakan Capex Plan itu untuk menambah alat-alat baru,
11:59karena kita akan masuk ke tambang, kita butuh menambah alat-alat baru, dan juga mereplace alat-alat kita yang sudah waktunya untuk direplace.
12:05Kemudian 50% lagi kami gunakan untuk modal kerja, di mana dengan modal kerja itu kami bisa melakukan operasional perusahaan sebagai kontraktor tambang,
12:14dan juga melakukan beberapa operational efficiency, kemudian kita juga melakukan berbagai macam eksplorasi,
12:22jadi kita melihat komportunity apa di depan, kita bisa menggunakan itu untuk melihat apakah kita bisa menggunakan itu untuk bertumbuhan perusahaan ke depannya.
12:29Nah itu dia, lantas strategi bisnisnya ke depan gimana setelah memperoleh dana segar tadi?
12:34Jadi kami sebenarnya sudah ada beberapa, karena kami sudah ada project baru yang apakah kami gunakan, yang merupakan underlying dari Sukuk ini sendiri,
12:43tapi kami juga akan melakukan ekspansi juga di tambang yang lain, dan kami juga terus melihat pipeline kami,
12:49jadi untuk ke depannya kita memfokuskan pertumbuhan di Indonesia.
12:53Nah ini dia, menarik. Apakah juga dengan penerbitan Sukuk Ijaro ini menjadi bagian dari diversifikasi nih Pak keuangan perseruan?
13:00Mungkin tadi Anda sempat menyebutkan sedikit, ini seperti apa nanti?
13:05Jadi memang salah satu yang membuat kita sangat apresiasi dari respon investor, karena kompetitif sekali Pak dari segi branded cost-nya.
13:17Jadi kalau kita blend tiga tenor itu, itu sangat kompetitif dibanding misalnya sumber yang lain.
13:24Dan tentunya sebagai perusahaan, investor juga akan expect kita bisa manage biaya dengan sebaik mungkin.
13:32Karena salah satu komponen kan memang biaya imbal hasil atau biaya bunga kalau bicara konvensional ya.
13:37Jadi tidak hanya kalau suku itu khususnya dia sangat luar biasa peluangnya,
13:46tapi juga dari segi imbal jasa yang diharapkan juga bersaing dibanding misalnya dengan sumber yang konvensional.
13:54Karena itu kita juga sangat bangga karena walaupun ini pertama kali kita masuk ke suku,
14:01tapi ketiga kali kita ke obligasi fixed income yang Indonesia.
14:06Kita perhatikan banyak yang repeat Pak, jadi investor itu di obligasi rupiah satu,
14:13ada lagi di obligasi rupiah dua, Alhamdulillah ada lagi yang ke suku Pak.
14:19Jadi kami anggap oh berarti memang rencana kami selama ini, track record kita selama 26 tahun di Indonesia,
14:27dan kami juga ada ekspansi ke Australia, perusahaan yang sudah lebih dari 100 tahun Pak beroperasi di Australia itu diapresiasi.
14:35Karena memang dengan diversifikasi sumber keuangan plus bisnis akan lebih robust,
14:42karena resikonya kan tidak semua dalam satu basket kalau kata orang.
14:47Nah strategi untuk memaintain investor loyal tadi lah kalau kita bicara dengan beragam instrumen investasi yang sudah diterbitkan,
14:53tapi tetap juga begitu ya mereka masuk itu bagaimana Pak?
14:56Jadi memang tentu kita banyak yang harus kita perbaiki Pak,
15:00tapi yang kita lakukan rutin beberapa tahun terakhir kita lebih sering men-engage investor.
15:06Jadi misalnya lewat earning call tiap quarter itu baik untuk equity maupun obligasi.
15:13Dan dengan adanya obligasi rupiah ini ada sesi khusus Pak untuk yang pemegang obligasi rupiah di luar kita selama ini untuk yang global bond.
15:23Jadi setiap tahun itu ada tiga sesi Pak.
15:25Pertama untuk equity, jadi yang di Bursa Efek, kemudian untuk yang bondholder yang global,
15:30itu yang di New York, dan yang tiga yang baru ini obligasi rupiah plus obligasi suku.
15:36Jadi kami berharap untuk mendapatkan feedback dari cowok investor,
15:40kira-kira ada yang mesti kita jadikan fokus, ada yang belum kita sampaikan mereka ada lebih minat gitu.
15:47Jadi kita selalu open dan mudah-mudahan bisa memberikan respon yang terus positif lah untuk mereka Pak.
15:53Rupanya ini kuncinya ya, membangun engagement yang kuat ternyata dengan investor menjadi salah satu juga modal begitu pada saat,
15:58itu kepercayaan sudah terbangun begitu ya, trust yang paling utama kalau kita bicara mengenai instrumen investasi di pasar modal.
16:05Nah kalau kita bicara mengenai target penerbitan dari instrumen berikutnya nih Pak, apa nih kira-kira?
16:11Kalau kami memang seperti yang kita lakukan dengan obligasi rupiah 1, 2, dan suku,
16:16kita pertama tentu akan memastikan bahwa ada kegunaannya Pak.
16:20Jadi memang ada spesifik purpose-nya atau utilization-nya kan.
16:24Yang kedua kita juga akan lihat dari segi market, apakah timingnya pas atau kita harus menunggu dan lain-lain.
16:31Alhamdulillah kalau kami sampaikan memang suku ini kita timingnya sangat pas Pak.
16:36Jadi kita lihat di awal kuartal, dan ini tentu-tentu advice dari teman-teman dari sekuritas, dari JLU.
16:42Mereka bilang indikasinya di kuartal 1 banyak funding yang mencari sumber, oh oke kalau itu kita usahakan lah.
16:49Makanya dari akhir tahun lalu kita audit financial statement, kita mulai book building,
16:56dan kita sangat happy karena rasanya pas sekali timingnya.
17:02Jadi tidak hanya jumlah tercapai, tapi sedikit oversubscribe.
17:07Tapi memang bagi kami purpose-nya adalah kita ingin diversifikasi,
17:12Alhamdulillah suku juga menjadi opsi baru,
17:15dan kami berharap ini juga dengan lihat market yang lagi hijau hari ini ya,
17:20kita berharap ini tetap bagus dan investor juga sama-sama bisa berkembang bareng dengan BUMA.
17:27Oke, nah optimisme sendiri mungkin Bu Fani bisa menjelaskan terkait dengan perseruan,
17:32adanya penerbitan suku hijau ke depannya seperti apa?
17:35Jadi kami optimis karena dari perusahaan kami, kami melakukan diversifikasi.
17:39Tadi seperti dibilang kami melakukan diversifikasi di bagian financing,
17:43tapi kami juga melakukan diversifikasi di komoditas.
17:46Kita batu bara saja di Indonesia, kita ada thermal coal, tapi di Australia kita masuk med coal,
17:50dan di bisnis kita di Amerika itu, kita ada produk anthracite.
17:54Kemudian kita juga ada diversifikasi geografis,
17:57jadi kita sebenarnya BUMA itu punya bisnis di Indonesia sebagai mining contractor,
18:01tapi juga punya bisnis mining contractor di Australia dan kita mining owner di Amerika.
18:05Jadi dengan diversifikasi yang kami lakukan itu, kami optimis, kami akan bisa menghadapi tantangan pasar.
18:10Kita ke depannya kan melihat kondisi makro, bisa bergejolak gitu,
18:13tapi kami yakin dengan bantuan juga dari suku ini,
18:17kami bisa fokus mengembangkan bisnis di Indonesia,
18:20sementara kami juga melakukan diversifikasi dengan bisnis di Australia dan Amerika.
18:24Oke, itu dioptimisme yang sudah dibangun Pak Ewan.
18:26Terakhir, Anda bagaimana harapan ke depan?
18:28Ya, kita tentu berharap bahwa operasi kita selain bisa memenuhi guidance yang sudah kita sampaikan,
18:34juga tentu dengan safety karena itu kan yang paling penting untuk kita semuanya.
18:39Jadi kita berharap dengan dukungan dari semua pihak, khususnya dari investor, dari suku khususnya,
18:46akan membuat kita lebih bersemangat, lebih motivasi tinggi,
18:50sehingga bisa mencapai semua yang sudah kita sama-sama inginkan kejadian.
18:55Itu dioptimisme yang terus dibangun oleh perseroan dengan penerbitan dari suku Gijarosa tubuh BUMA tahun 2025.
19:01Pak Ewan, Ibu Fani, terima kasih banyak atas kehadiran informasi yang diberikan kepada pemirsa
19:06yang juga tentunya investor dari suku Gijarosa tubuh BUMA tahun 2025.
19:10Selamat melanjutkan aktivitas Anda kembali, salam sehat.
19:13Terima kasih banyak.
19:14Terima kasih.
19:15Terima kasih Pak.
19:16Baik pemirsa, satu jam sudah saya menemani Anda dalam Market Review
19:19dan perbaharin terus informasi Anda hanya di IDX Channel,
19:22Your Trustworthy and Comprehensive Investment Reference.
19:25Karena urusan masa depan harus terdepan, aku investor saham.
19:29Saya Prasetyo Wibowo beserta seluruh kerabat kerja yang bertugas pamit undur diri.
19:34Terima kasih, sampai jumpa.
20:04Terima kasih.